Saat ini ada berbagai macam cara menyelesaikan masalah kesehatan antara lain pengobatan medis di RS hingga pengobatan tradisional dan komplementer. Pemberian obat merupakan cara yang paling sering digunakan dalam menangani suatu penyakit. Obat-obatan tersebut ada yang bekerja secara spesifik pada sumber penyakit seperti obat antibiotik dan ada yang tidak. Namun kebanyakan obat-obatan yang ada hanya mengurangi gejala-gejala dari suatu penyakit saja, dan patut dipertimbangkan pula efek samping dari konsumsi obat dalam jangka waktu lama.
Pengobatan dengan hanya mengobati gejala penyakit bukanlah solusiuntuk menciptakan kesehatan yang sempurna. Cara yang baik adalah dengan melakukan pencegahan dari faktor risiko penyakit tersebut meliputi kombinasi perubahan gaya hidup hingga penggunaan alat terapi dirumah.
MATRAS TERAPI CURESONIC FX-100
CURESONIC adalah alat terapi beda potensial listrik dengan frekuensi tinggi yang dapat membantu melancarkan aliran darah dalam tubuh. Selain terapi beda potensial listrik, CURESONIC juga memiliki teknologi sinar inframerah gelombang jauh dan ion negatif. Di negara asalnya, Jepang, CURESONIC telah mendapatkan izin dari Departemen Kesehatan dan telah diakui manfaatnya dalam membantu permasalahan kesehatan sehari-hari seperti insomnia (sulit tidur), sembelit, sakit kepala dan kekakuan pada otot leher. Di Indonesia, Departemen Kesehatan RI telah mengakui CURESONIC sebagai alat terapi yang berguna untuk membantu kelancaran aliran darah dalam tubuh.
PENELITIAN CURESONIC OLEH UNIVERSITAS AIRLANGGA
Pada tahun 2008, Universitas Airlangga telah melakukan penelitian mengenai uji alat dan uji manfaat terhadap CURESONIC. Penelitian dilakukan oleh Laboratorium Biofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang melakukan uji alat serta Program Studi Pengobatan Tradisional Fakultas Kedokteran yang melakukan uji manfaat CURESONIC.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Suhariningsih, selaku kepala laboratorium biofisika FMIPA Universitas Airlangga pada 30 orang pria berusia lebih dari 40 tahun dengan penyakit hipertensi sedang dan diabetes melitus. Hasil penelitian uji manfaat menyatakan bahwa CURESONIC berfungsi untuk:
- Menurunkan tekanan darah secara perlahan
- Meningkatkan frekuensi nadi yang berarti terjadi peningkatan metabolisme tubuh
- Roleaux (penumpukan sel darah merah) memendek dan saling memisahkan diri
- Penurunan yang bermakna pada kadar leukosit dan eritrosit, namun tetap dalam batas nilai normal.
- Glukosa darah, hitung jenis leukosit, fungsi hati, fungsi ginjal, profil lipid serta elektrolit darah tetap stabil
- Menurunkan kadar asam urat secara bermakna
Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan pada Seminar Perhimpunan Kedokteran Komplementer dan Alternatif Indonesia (PKKAI) tanggal 31 Mei-1 Juni 2008 dengan tema “Latest update of Complementary Medicine in Indonesia” di Menara Peninsula, Jakarta yang dihadiri oleh 250 dokter umum dan dokter spesialis.
Penelitian ini juga dipublikasikan oleh dr. Ibrahim untuk mengambil gelar Doktor di pertemuan Ilmuwan Fisika seluruh Indonesia dan Malaysia yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. M. Nuh DEA(saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan Indonesia).
CURESONIC FX-100 merupakan generasi terbaru dari CURESONIC, matras terapi asal Jepang yang diproduksioleh Apollo Medical Instrument, Ltd. Matras CURESONIC FX-100 mengkombinasikan teknologi thermotherapy, beda potensial listrik dan sinar inframerah gelombang jauh.
Teknologi terbaru yang terdapa didalam CURESONIC FX-100 ini, bekerja secara sinergis untuk merangsang kinerja sistem saraf tubuh, menstabilkan suhu inti dalam tubuh, melancarkan aliran darah, menurunkan intensitas rasa nyeri, memberikan relaksasi pada pikiran/mengurangi stress dan ketegangan otot.
Pada CURESONIC FX-100 ditambahkan teknologi thermotherapy yang memberikan manfaat sangat besar bagi tubuh dan tidak dimiliki oleh CURESONIC generasi sebelumnya, diantaranya adalah sbb:
- Vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah)
- Meningkatnya laju metabolisme sel
- Meningkatkan proses pembuangan (ekskresi)
- Meningkatkan delivery leukosit (meningkatkan imunitas tubuh)
- Meningkatkan aliran darahvena dan lymphatic
- Meningkatkan pembuangan sisa metabolisme
- Meningkatkan elastisitas ligamen, ototdan kapsul
- Mengurangi rasa nyeri
- Meringankan ketegangandankekauan otot
- Meningkatkan kecepatan dayahantarsaraf
- Merangsang Pembentukan Heat Shock Protein
Tujuan penambahan teknologi thermotherapy ini dikarenakan semakin rendahnya suhu tubuh kita akibat dari kebiasaan sehari-hari menggunakan alat-alat pendingin seperti AC, kulkas serta mengkonsumsi makanan dan minuman dingin. Kebiasaan ini sangat mempengaruhi turunnya suhu inti di dalam tubuh.
Dituliskan dalam buku yang berjudul “Taion o ageruto kenko ni naru”
(体温を上げると健康になる) atau “Naikkan untuk menjadi sehat” oleh seorang Peneg Saito Masashi, PhD bahwa suhu tubuh berkisar 36,8 + 0,3 – 0,4 (36,5˚C – 37,1˚C)
Berdasarkan pengalaman Saito Masashi, PhD selama 3 tahun praktik di Tameike-Sanno Clinic (Tokyo, Jepang), 95% dari hampir 12000 pasien yang sakit cerebral vascular disorder (gangguan peredaran darah otak dan jantung), kanker dan tumor otak ternyata mengalami penurunan suhu inti tubuh, paling tinggi hanya 36,2˚C.
Penurunan suhu tubuh 1˚ celcius, akan menyebabkan penurunan metabolisme (kerja enzim menurun) sebanyak 15%, penurunan kekebalan tubuh sebanyak 30% dan dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 2%.
Kesimpulan dari Penelitian tsb menunjukkan bahwa banyak orang sakit yang diakibatkan oleh rendahnya suhu inti tubuh. Dalam waktu dekat, CURESONIC FX 100 juga akan dikembangkan bersama-sama dengan Prof. Dr. Ir. Suhariningsih, selaku kepala laboratorium biofisika FMIPA UNAIR.
FOTO: Fortune Star Global bersama Prof. Dr. Ir. Suhariningsih

